Powered By Blogger
Showing posts with label Indonasionalis Corner. Show all posts
Showing posts with label Indonasionalis Corner. Show all posts

Thursday, April 28, 2011

Jihad yang benar?

Indonasionalisme - Jihad ( جهاد ) adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam.
Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

Arti kata Jihad sering disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din Islam sebagai 'perang suci' (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.
Jihad dalam bentuk perang dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).
Pada dasar kata arti jihad adalah "berjuang" atau "ber-usaha dengan keras" , namun bukan harus berarti "perang dalam makna "fisik" . jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai "perjuangan untuk agama", itu tidak harus berarti perjuangan fisik .
jika meng-arti-kan jihad hanya sebagai peperangan fisik dan extern, untuk membela agama, akan sangat ber-bahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah .
jika meng-artikan Jihad sebagai "perjuangan membela agama" , maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : "perjuangan menegakkan syariat Islam" . Sehingga berjihad harus -lah dilakukan setiap saat , 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup .
Jihad bisa ber-arti ber-juang "Menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain kebenaran Ilahi Atau bisa ber-jihad dalam diri kita sendiri" , Bisa saja ber-jihad adalah : "Memaksakan diri untuk bangun pagi dan salat Subuh , walau masih mengantuk dan dingin dan memaksakan orang lain untuk salat subuh dengan menyetel TOA mesjid dan memperdengarkan salat subuh." dlsb .

 Jihad di zaman Sekarang mungkin berbeda. Dulu, pada Zaman Nabi Muhammad SAW, Berjihad memang untuk membela Agama. Karena, zaman Nabi Muhammad, Banyak Orang yang menentang Ajaran Islam sehingga Berperang. Kalau sekarang, Jihad itu hanya untuk Orang yang baru mengenal dan mendalami Islam.

 Ada Berbagai macam Ayat di Al-qur'an yang mereka benar-benar tidak pahami dengan betul. Seperti Ayat berikut ini: " Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. " - QS Al-Baqarah 2:191


Yang Arti sebenarnya adalah: Penjelasan QS Al-Baqarah 2:191 : Sekilas ayat ke 191 mempunyai penafsiran bahwa kita diperintahkan memerangi orang kafir ketika menemui mereka. Namun, sebenarnya tidak demikian. Karena itu, ayat ini sangat erat kaitannya dengan ayat sebelumnya, 190.

Al -Baqarah 190 :
Artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Baqarah: 190).

Dari ayat ini ada satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa kita diperbolehkan berperang dengan orang-orang kafir, apabila mereka telah memerangi kita. Jadi apabila tidak memerangi kita, maka tidak diperbolehkan kita memerangi mereka(kecuali dengan tujuan tercapainya dakwah).

Apabila terpaksa kita harus memerangi mereka (karena mereka memerangi kita), Allah mengatakan, jangan malampau batas ketika perang nanti.

Wednesday, April 27, 2011

Tjipta Lesmana: Orang Bodoh yang Tidak Akui Kewenangan FIFA

Mantan ketua Komite Banding Tjipta Lesmana angkat bicara soal kisruh di PSSI, yang disebutnya sangat buruk. Selain menyebut bodoh orang yang tak mengakui kewenangan FIFA dia juga menyayangkan sikap Agum Gumelar yang dianggap lemah.

"Saya sangat prihatin dengan perkembangan PSSI pasca-pembentukan KN (Komite Normalisasi). Situasinya sangat buruk. Saya menyayangkan sikap Agum (Gumelar) yang lemah. Sebagian besar media yang tidak objektif," sahut Tjipta Lesmana saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Tjipta Lesmana ditunjuk sebagai Ketua Komite Banding pemilihan Exco, Wakil Ketua dan Ketua Umum PSSI 2011-2015 saat PSSI masih berada di bawah kepengurusan Nurdin Halid. Saat itu Tjipta dan Komite Banding dianggap membuat keputusan mengejutkan.

Dia memutuskan menolak banding yang diajukan George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang namanya ditolak Komite Pemilihan. Selain itu Tjipta Lesmana juga menganulir keputusan Komite Pemilihan yang meloloskan Nurdin Halid dan George Toisutta.

"Semua pihak, termasuk Andi Mallarangeng, harus mematuhi FIFA. Orang bodoh yang tidak mengakui kewenangan FIFA. Saya dapat berita dari Zurich, FIFA nyaris gerah dan kehilangan kesabaran terhadap Indonesia. Yang membangkang bisa ditendang FIFA. Akibatnya tidak bisa main di level internasional. Di negara sendiri pun, tidak bisa ikut SEA Games."

"Kelompok 78, mulai dari Pekanbaru, itu kongres liar. Tidak diakui FIFA. Komite darurat hanya dipakai FIFA jika situasi benar-benar darurat. Kalau kongres itu sah, omong-kosong jika FIFA tidak membentuk KN," lanjut Tjipta mengomentari keinginan beberapa pihak untuk tetap memajukan nama-nama yang sudah dicoret FIFA.

Tjipta juga menilai Agum Gumelar telah membuat beberapa kekeliruan. Salah satunya adalah mengubah silaturahmi Komite Normalisasi dengan kelompok 78 pada 14 April lalu menjadi sebuah kongres. Agum disebutnya dapat tekanan karena memutuskan menggelar kongres, sesuatu yang sempat dia rasakan saat menjadi ketua Komisi Banding.

"Perhatikan surat FIFA tanggal 4 (April), KN diperintahkan menggelar kongres. Kekeliruan fatal Agum Gumelar adalah menyulap silaturahmi KN dengan kelompok, pada 14 April, disulap menjadi pra kongres atau kongres."

"Dia (Agum) kalah karena ditekan. Waktu saya jadi Komite Banding saya ditekan-tekan, tapi tidak bisa. Harapan saya, Pak Agum konsentrasi saja. Dia dapat mandat yang besar dengan pedoman Statuta FIFA, Electoral Code dan PO (Peraturan Organisasi), juga statuta PSSI versi bahasa Inggris," tuntas Tjipta Lesmana.

*Detik.com

Tuesday, April 26, 2011

Negara Islam Indonesia: Waspada!

Indonasionalis - NII KW 9 adalah Organisasi yang sangat mendukung akan adanya Negara Islam Indonesia. Organisasi ini Terkenal sekarang karena Kasus Pencucian Otak.

Kami seharusnya, Sebagai Warga Negara dari Negara Kedaulatan Republik Indonesia, harus tetap Waspada.

Jadi untuk para Pembaca blog ini, kalau lagi jalan-jalan sendiri, terus ada orang yang ga dikenal ngajak kalian untuk dianterin pulang, Jangan di terima ya

 Mereka merekrut Anggota dengan Cara Menghipnotis. Ayo teman-teman, yang Beragama Islam, atau Kristen, atau Buddha, atau Hindhu, atau KongHu Chu, Bahkan Yudaisme dan lain-lain, Ayo kita perkuatkan Iman kita dengan cara beribadah, berdoa, dan memohon kepada Tuhan.

Total Pageviews

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons